Jumat, 18 Oktober 2024

Breaking News

  • UAS Sebut Akan Berjuang Sampai Tetes Darah Terakhir Untuk Kemenangan Bermarwah   ●   
  • Polres-Bawaslu Kuansing Bahas Isu Negatif Pilkada 2024   ●   
  • Grafik Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp7.000 Per Gram   ●   
  • Oknum Guru dan 2 Mahasiswa Sebarkan Konten Porno di Medsos Ditangkap Polisi   ●   
  • Ada Ribuan Investasi dan Pinjol Ilegal di Riau, OJK Imbau Warga Cermat dan Waspada   ●   
Borong Sembako di Pasar Rakyat Rengat, Cawagub Riau Nomor 1 Tawarkan Program Jaga Pangan
Senin 14 Oktober 2024, 14:36 WIB

PEKANBARU (Tabloidrakyat) - Di sela-sela kampanye dialogis di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Riau Nomor 1 SF Hariyanto menyempatkan diri meninjau Pasar Rakyat Rengat, Senin (14/10/2024) pagi.

Dalam kesempatan itu, Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang mengusung slogan Bersama Membangun Riau Abdul Wahid-SF Hariyanto (Bermarwah) itu bercengkrama dengan pedagang Pasar Rakyat Rengat, dan bertanya soal harga bahan pokok.

Tak hanya itu, Hariyanto juga memborong beberapa bahan pokok yang dijual pedagang, seperti daging ayam, cabai merah, minyak goreng, sayur-sayuran, dan sembako lainnya.

"Alhamdulillah tadi kita mengunjungi Pasar Rakyat Rengat, mengecek harga sembako. Tadi kita cek harga ayam, cabai, minyak goreng dan sembako lainnya. Alhamdulillah, laporan dari pedagang harga masih stabil dan masih terjangkau oleh masyarakat," ucap Hariyanto.

Hariyanto menyampaikan beberapa program untuk menjaga ketahanan pangan di Riau. Informasi dari pedagang, kebanyakan bahan pokok yang dijual didatangkan dari luar provinsi Riau.

"Iya, memang kebanyakan bahan pokok kita masih didatangkan dari luar provinsi Riau. Seperti tadi ayam dari Jambi. Itu kalau peternakan ayam dikembangkan di Riau, maka harganya bisa ditekan karena biaya transportasi tidak mahal," sebutnya.

Kemudian untuk pertanian cabai dan sayur mayur juga bisa dikembangkan, sebab Riau masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Hanya saja tinggal bagaimana peran pemerintah untuk membantu petani.

Tak hanya itu, untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok yang berdampak terhadap inflasi, SF Hariyanto juga menawarkan program Cold Storage (mesin penyimpan bahan pokok). Fungsi dari alat tersebut jika harga sembako murah yang bisa merugikan pedagang, pemerintah bisa memborong dari pedagang maupun petani dengan harga yang lebih berpihak kepada petani.

"Misalnya, harga cabai Rp20 ribu per kilogram, itu kan harga cabai anjlok dan kondisi itu bisa membuat petani rugi. Sebab dengan harga segitu untuk perawatan saja tidak cukup. Maka di sini pemerintah hadir, memborong hasil pertanian petani dan disimpan di Cold Storage. Nanti ketika ada lonjakan harga cabai, bisa membantu masyarakat karena cabai mahal. Sehingga pedagang dan masyarakat bisa sama-sama terbantu dengan peran pemerintah, dan kita bisa mengendalikan inflasi," cakapnya.**

Sumber: Cakaplah.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada tabloidrakyat.com, silakan kontak ke email: tabloidrakyat@yahoo.com


Komentar Anda


Copyright © 2023 Tabloidrakyat.com - All Rights Reserved
Scroll to top